Diposkan pada Belajar Dakwah, Kontemplasi

Re:Niat

Bismillah

Berulang kali membaca buku, mengikuti kajian, maupun melihat video ceramah. Selalu satu hal ini yang wrings so much in my heart , yaitu mengenai niat. Sesungguhnya setiap perbuatan tergntung niatnya.
ujian pertama yang selalu diujikan berulang-ulang yaitu niat, sudahkah segala perbuatan yang hendak kita lakukan ini berbasis niat untuk beribadah? Termasuk niat untuk mencari separuh iman, separuh hati.
Bagaimana kita macam tahu kalau niat kita sudah benar untuk beribadah? Salah satunya yaitu mempersiapkan apa yang hendak akan kita lakukan ketika sudah berumah tangga yaitu selalu berusaha mengajak sekeluarga untuk mendekat kepada Sang Khaliq, Allah Subhanallahu Ta’ala. Namun juga mempersiapkan jikalau bukanlah dia yang dipilihkan untuk kita, senantiasa Ikhlas dan menerima serta yakin akan ada pengganti yang lebih baik.

Mungkin setelah niat lurus, muncullah ujian kedua yaitu Ikhlas menerima segala Takdir, yang baik maupun yang buruk.

Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al Baqarah: 216)

Sesudah menata niat, muncul ujian ikhlas. Selalu tata kembali niat, agar ikhlas beribadah.

Re-Niat

 

Iklan
Diposkan pada Belajar Dakwah, Kontemplasi, Kutipan

20 Wasiat Penting

Berikut adalah 20 wasiat penting dari ulama besar Tarim yang meninggal hari ini, Sabtu 17 Februari 2018, Sulthonul Ilm wal Ulama Al Habib Salim bin Abdullah bin Umar asy-Syathiri ra dari beberapa ceramahnya di Indonesia:

1. Durhaka pada orangtua itu bernasab, turun-temurun, pasti akan dibalas melalui keturunannya kelak.

2. Seorang yang menghormati ulama besar tapi ia meninggalkan orangtuanya artinya ia mementingkan sunnah dan melalaikan yang wajib. Sama seperti orang memakai imamah tapi auratnya justru terbuka, sungguh tidak pantas.

3. Berkata Imam Ahmad bin Hanbal: “Orangtua ada 3; yang melahirkan, yang memberi ilmu (guru), dan yang menikahkanmu dengan anaknya (mertua).”

4. Pada saat kita kecil, orangtua mencintai kita, bersabar dengan keadaan dan tangisan kita, menghadapi berbagai tingkah pola kita, berdoa supaya kita panjang umur dan sehat sampai dewasa. Maka wajib bagi kita bersabar terhadapnya ketika mereka sudah tua dan memiliki banyak kekurangan.

5. Syafaat Rasulullah Saw. pun tak dapat menolong orang yang durhaka kepada orangtuanya dari siksa neraka kecuali orangtuanya sendiri yang memberi kesempatan padanya untuk diberi rahmat oleh Allah.

6. Memutus silaturrahim akan mendapat laknat dari Allah, tertolak seluruh amalnya, tidak akan diterima doanya walaupun ia seorang yang alim. Maka sambunglah silaturrahim sebelum kita mati dalam keadaan terlaknat dan sebelum kita masuk barzakh dengan amarah Allah selagi ada kesempatan.

7. Majelis ilmu lebih baik seribu kali daripada majelis maulid atau shalawat.

8. Orang yang hadir majelis ilmu akan mendapat rahmat Allah meski tidak paham atau tidak hafal apa yang telah disampaikan.

9. Banyak orang yang baru bisa merasakan manfaatnya hadir majelis ilmu ketika menjelang sakaratul maut.

10. Orang berakal bukanlah orang yang hanya bisa membedakan mana yang baik dan mana yang jelek. Tetapi orang berakal adalah orang yang mengerti mana yang baik untuk dilakukan dan mengerti mana yang jelek untuk dijauhi. Dan itu semua ada dalam majelis ilmu.

11. Janganlah mengobrol sendiri dalam majelis ilmu. Syaikh Abubakar Bin Salim berkata: “Orang-orang yang sering mengobrol di majelis ilmu dikhawatirkan akhir hayatnya menjadi bisu.”

12. Ketika kamu tidak bisa menjadi seorang pengajar, maka setidak-tidaknya jadilah seorang pencari ilmu, atau orang yang semangat dalam menghadiri majelis ilmu, atau orang yang cinta kepada majelis ilmu.

13. Jauhilah orang-orang yang benci majelis ilmu.

14. Apabila zakat dikelola dengan baik dan benar niscaya tidak akan ada fakir miskin di dalam sebuah negara muslim. Seperti era Khalifah Umar bin Abdul Aziz.

15. Barangsiapa memuliakan/menjamu tamu yang tidak dikenal, maka bagaikan memuliakan Allah Swt. Barangsiapa memuliakan/menjamu tamu yang dikenal, maka bagaikan memuliakan Rasulullah Saw.

16. Siwak mempunyai 120 manfaat. Sedangkan rokok mempunyai 120 bahaya.

17. Di Belanda terdapat sebuah penelitian bahwa ada kuman gigi yang tidak bisa mati kecuali dengan zat yang terkandung dalam kayu arok/siwak.

18. Dalam najis anjing dan babi ada beberapa kuman yang tidak bisa dihancurkan dengan berbagai macam zat kimia, tapi justru bisa dibasmi dengan debu. Oleh sebab itu, syariat mewajibkan membasuh najis anjing dan babi dengan tujuh kali basuhan yang salah satunya harus dicampur dengan debu.

19. Dalam salah satu sayap lalat ada empat penyakit dan dalam sayap lainnya ada empat obat penyakit tersebut. Jadi, jika terdapat lalat mati di dalam minuman maka tenggelamkan terlebih dahulu sebelum membuang lalat tersebut agar aman diminum. Sebagaimana yang telah dijelaskan dalam sebuah hadits.

20. Agar futuh dalam ilmu, Habib Abdullah al-Haddad berkata: “Saya mendapatkan futuh dalam ilmu dengan sebab 3 perkara; dengan menangis dan merendahkan hati serta beristighfar di waktu Sahur, dengan berzuhud terhadap dunia, dan tidak aku mendengar ada seorang lelaki yang saleh atau perempuan yang salehah kecuali aku mengunjunginya dan meminta doa darinya.

Diposkan pada Daily Activity, Motivation, Target dan Impianku

Langkah-langkah Menulis by : Arif Rahman Lubis

Kalau kita rasa kita sudah nulis buku tapi ga rame yg baca. Berarti, kita kurang berbagi ilmu kita.

IG : @arifrahman.lubis, @teladanrasul

Bismillah, kali ini saya ingin menshare beberapa nasehat tentang bagaimana untuk memulai menulis sebuah buku. Nasehat beliau saya dapat dari sebuah grup whatsapp. Semoga bermanfaat ;).

Gimana cara jadi penulis best seller zaman now?
Mungkin itu yang jadi pertanyaan banyak teman2 disini. Khusunya yang ingin menjadi penulis
Kalau dulu buku itu sukses ketika dicetak banyaaak, lalu masuk top ten/best seller nasional Gramedia. Maka sekarang buku yg sukses bisa diusahakan dengan menggunakan sosial media
Gramedia saat ini bukan satu-satunya etalase. Dan penulis tidak bisa memakai pola lama, harus mau belajar dan adaptasi pola baru.
Apa saja itu?
1) dulu Menulis dalam sunyi > masukkan penerbit > berharap diterbitkan.

sekarang
Menulis dalam sunyi > tuliskan sebagian ke sosmed > dibaca teman dan follower > mendapat masukan dan ada penambahan follower > masukkan naskah ke penerbit atau terbitkan sendiri.
2) dulu Menulis dikonsep sendiri > jadikan naskah > terbitkan buku

sekarang dikonsep > lempar ke sosmed untuk sapat feedback > konsep lebih matang dan sesuai kebutuhan calon pembaca > jadikan naskah > terbitkan

3) dulu tugas penulis hanya menulis, penjualan dan pemasaran buku serahkan ke penerbit dan gramedia.

sekarang penulis adalah orang yg juga paling paham siapa segmen pembacanya dan bagaimana bisa menjangkau segmen itu > gunakan sosial media.

4) dulu satu tema, buku-buku yang terbit judulnya cukup banyak.

sekarang satu tema,judul bukunya semakin banyak. Sehingga harus BEDA

– Beda di isi yg lebih bagus
– Beda di tampilan yang lebih keren
– Beda di proses pengenalan/memasarkan buku yg lebih kreatif
– Beda di packaging penjualan buku yg lebih nenarik
– dan beda-beda lainnya. Perlu krearif banget.Langsung ke contoh ya

Buku terbaru saya yg berjudul Aku Tersentuh Cinta
Sebelum bukunya terbit di akhir April. Saya sudah mulai menuliskan bagian-bagian kecil dari naskah buku tersebut di IG saya.

Akibatnya, bukan hanya mendapat masukan dari follower tapi juga follower/calon pembaca jadi antisipatif akan hadirnya buku baru.
Masukan2 dari follower baik di komen atau di DM sangat berharga bagi pengayaan naskah. Akibatnya naskah jadi lebih tajam dan bisa membahas beberapa hal yg sangat dibutuhkan pembaca (namun sebelumnya belum kepikiran).
Segmen pembaca saya sudah sangat jelas. Mayoritas wanita umur 17 sd 25 tahun dan belum menikah.

Cara menjangkaunya adalah dengan sosial media (makanya penulis penting sekali aktif di sosial media, agar punya sarana komunikasi, berbagi dan memasarkan bukunya)
buku aku tersentuh cinta di buat BEDA
Hard cover. Desain cover benar2 dikerjakan ahli desain.

Isinya juga banyak lembar quotes hijau yg menarik.

Sehingga orang senang berfoto dengan buku ini atau memoto quotes di dalamnya. Bukunya menjadi viral
Pengenalan buku ini dilakukan sebulan sebelum buku ini terbit.

Mulai dari memposting quote2. Memvideokan proses nulis naskah di laptop. Memposting foto tumpukan 3000ribu lembar yg ditandatangan. Dll.

Efeknya alhamdulillah dengan izin Allah, PO pertama tembus 4000exemplar
Pengenalan buku dilakukan dengan beda. Membuat video cuplikan isi buku. Dilakukan serius, dibantu dengan sosok Anandito yg dikenal baik segmen pembaca saya

Demikian mungkin sharing saya
Bagi teman2 yg ingin menulis buku. Jangan tanggung2. Bermimpi besar.

Teman-teman nulis dan jadi buku itu sudah luar biasa. Sayang kalau beredarnya hanya ratusan atau ribuan saja.

Tambahkan usaha teman-teman. Jangan sekedar menulis. Tapi juga aktif berbagi di sosial media lalu pikirkan dan eksekusi dengan baik pengenalan dan pemasaran bukunya . In syaa Allah akan berhasil
Lalu jangan pernah lupakan konsep
Berbagi. Berbagi. Terus berbagi.
Pasti kebaikannya akan kembali ke kita.
Kalau kita rasa kita sudah nulis buku tapi ga rame yg baca. Berarti, kita kurang berbagi ilmu kita.

Kalau kita berbagi ilmu ke 10juta orang, masa iya ga ada 1 persennya yg mau beli/baca buku kita.

1persen dari 10juta itu kan 100ribu. Jumlah yang lumayan besar bagi seorang penulis.

Jadi terus berbagi berbagi dan berbagi.

Diposkan pada Kontemplasi, Motivation

Motivasi agar tidak jenuh dan Bosan

Tulisan berikut saya copy dari telegram mas Ipphosantosa @ipphoright

Ippho Santosa – ipphoright:
Jenuh? Bosan?

Ini harus segera diatasi. Jangan ditunda-tunda. Bila tidak segera diatasi, ini akan membuat kita terjatuh pada kubangan kemalasan. Kita sama-sama tahu penyakit malas itu sulit diobati.

Pertama, identifikasi dulu apa saja penyebab kejenuhan. Terus, carilah alternatif solusi atas penyebab tersebut. Sekiranya karena pekerjaan yang monoton, Anda bisa berkonsultasi dengan atasan dan rekan kerja agar diberlakukan job rotation. Boleh dicoba.

Janganlah menganggap jenuh sebagai masalah yang permanen. Bagaimanapun kita harus berusaha untuk berpikir positif. Dengan kata lain, cobalah mengambil hikmah. Mungkin ada sesuatu yang bermakna di sana. Misal, dengan lama bekerja di suatu tempat, kita dapat banyak ilmu dan banyak pengalaman di sana. Atau luasnya pergaulan.

Kedua, kembangkan kreativitas. Maksudnya, buatlah sesuatu yang baru berdasarkan posisi Anda. Sebagai contoh, jika Anda seorang supervisor di perusahaan, maka Anda dapat bereksperimen dalam membuat susunan tugas dan tanggung jawab pada tim.

Ketiga? Hilangkan kejenuhan dengan berolahraga. Ya, berolahraga. Di British Propolis kami juga menganjurkan hal serupa. Tidak ada ceritanya olahraga bisa menyebabkan badan lemas dan malas.

Hm jangan salah, tak jarang orang justru merasa kesal dan emosional jika diam begitu saja, tidak memiliki kegiatan apapun. Betul apa betul? Anda yang jarang berolahraga, sebaiknya memulainya dari sekarang.

Ya, lakukan aktivitas olahraga yang Anda sukai. Jangan merasa terpaksa. Meskipun hanya lari di pagi hari mengitari kompleks rumah, ini cukup signifikan untuk mengubah suasana hati (mood).

Siap praktek? Sekian dari saya, Ippho Santosa

Diposkan pada Motivation

Motivasi Bung Ippho

Minggu-minggu ini banyak dedlen dan sepertinya lebih bakal banyak lagi sampe sebulan kedepan. alhamdulillah ada sebuah cerita motivasi, berikut ceritanya.

Ippho Santosa – ipphoright:
Bosan?

You may need a pause. Berhentilah dari pekerjaan Anda sejenak. Terus, rencanakan sebuah liburan. Ya, sebuah liburan. Membayangkan hal-hal menyenangkan seperti pergi liburan ternyata dapat meningkatkan mood di kantor. Berbagai riset menunjukkan hasil serupa.

Lalu, apa lagi? Belajar dan cobalah hal-hal yang baru. Cara tokcer yang bisa dilakukan untuk menghalau rasa bosan di kantor adalah dengan memanfaatkan waktu untuk belajar hal-hal baru. Terlebih-lebih kalau kita menginginkan itu sejak lama.

Lalu, apa lagi? Pergilah makan siang di luar, sesekali. Ini akan membuat otot dan tubuh Anda menjadi lebih rileks. Dan ajaklah rekan kerja Anda untuk melakukan hal ini. Setelah makan siang, biasanya mood Anda akan berubah jadi lebih baik.

Lalu, apa lagi? Iringi aktivitas kerja dengan musik. Kalau boleh, pilih beat yang relatif cepat. Dan ingat, hindari lagu cengeng karena bisa mengurangi hormon serotonin di otak. Berkurangnya hormon serotonin bisa membuat kita malas dan bosan.

Itu dulu. Silakan praktek.

25 Kunci Kebahagiaan dan Kesuksesan dari Imam Ja’far Shodiq

Bismillahirrohmanirrohim, berikut saya bagikan kembali dari sebuah grup whatsapp, semoga bermanfaat

1- طلبتُ الجنة، فوجدتها في السخاء

“Aku mencari surga, maka aku temukan pada kedermawanan”.

2- و طلبتُ العافية، فوجدتها في العزلة

“Aku mencari Afiyah (keselamatan dari bencana dan kesulitan) maka aku temukan dalam menyendiri (mengisolasi diri dari keramaian yang tak berguna)”.

3- و طلبت ثقل الميزان، فوجدته في شهادة «ان لا اله الا الله و محمد رسول الله

“Aku mencari beratnya timbangan amal, maka aku dapatkan dalam bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya”.

4- و طلبت السرعة في الدخول الي الجنة، فوجدتها في العمل لله تعالي

“Aku mencari kesegeraan dalam memasuki surga, maka aku dapatkan pada amal kebajikan semata demi Allah SWT”.

5- و طلبتُ حب الموت، فوجدته في تقديم المال لوجه الله

“Aku mencari cinta pada kematian, maka aku mendapatkan pada mengajukan (mengirim pahala sedekah) harta demi mengharap ridha Allah SWT”.

6- و طلبت حلاوة العبادة، فوجدتها في ترك المعصية

“Aku mencari manisnya ibadah, maka aku temukan dalam meninggalkan maksiat”.

7- و طلبت رقة القلب، فوجدتها في الجوع و العطش

“Aku mencari kelembutan hati, maka aku dapatkan dalam rasa lapar dan dahaga”.

8- و طلبت نور القلب، فوجدته في التفكر و البكاء

“Aku mencari cahaya hati, maka aku temukan dalam pikiran”.

9- و طلبت الجواز علي الصراط، فوجدته في الصدقة

“Aku mencari restu untuk melewati jembatan pemeriksaan (shirat), maka aku temukan dalam sedekah”.

10- و طلبت نور الوجه، فوجدته في صلاة الليل

“Aku mencari cahaya wajah, maka aku dapatkan dalam shalat malam”.

11- و طلبت فضل الجهاد، فوجدته في الكسب الحﻻل للعيال

“Aku cari keutamaan jihad maka aku dapatkan dalam mencari rizki yang halal untuk keluarga”.

12- و طلبت حب الله عزوجل، فوجدته في بغض أهل المعاصي

“Aku cari kecintaan Allah maka aku dapatkan dalam membenci pelaku maksiat“.

13- و طلبت الرئاسة، فوجدتها في النصيحة لعبادالله

“Aku cari kepemimpinan maka aku dapatkan dalam tulus menasihati hamba-hamba Allah“.

14- و طلبت فراغ القلب، فوجدته في قلة المال

“Aku cari ketenangan hati maka aku dapatkan dalam sedikitnya harta”.

15- و طلبت عزائم الامور، فوجدتها في الصبر

“Aku mencari perkara-perkara yang teguh maka aku dapatkan dalam kesabaran”.

16- و طلبت الشرف، فوجدته في العلم

“Aku mencari kemuliaan maka aku dapatkan dalam ilmu”.

17- و طلبت العبادة فوجدتها في الورع

“Aku mencari ibadah maka aku dapatkan dalam Wara’ (kehati-hatian dalam agama)”.

18- و طلبت الراحة، فوجوتها في الزهد

“Aku mencari ketentraman maka aku dapatkan dalam kezuhudan”.

19- و طلبت الرفعة، فوجدتها في التواضع

“Aku mencari ketinggian maka aku temukan dalam kerendahan hati”.

20- و طلبت العز، فوجدته في الصدق

“Aku mencari kejayaan maka aku temukan dalam kejujuran”.

21- و طلبت الذلة، فوجدتها في الصوم

“Aku mencari kerendahan/keterhinaan maka aku dapatkan dalam berpuasa”.

22- و طلبت الغني، فوجدته في القناعة

“Aku mencari kekayaan maka aku dapatkan dalam Qana’ah (kepuasaan dengan apa yang telah Allah anugerahkan_red)”.

23- و طلبت الانس، فوجدته في قراءة القرءان

“Aku mencari ketentraman maka aku dapatkan dalam membaca Al Qur’an”.

24- و طلبت صحبة الناس، فوجدتها في حسن الخلق

“Aku mencari persahabat dengan manusia maka aku dapatkan dalam keindahan budi pekerti”.

25- و طلبت رضي الله، فوجدته في برالوالدين
“Aku mencari keridhaan Allah maka aku dapatkan dalam BERBAKTI KEPADA KEDUA ORANG TUA”.

Sumber: Mustadrak al Wasail; Syeikh an Nuri ath Thabarsi,15/174-174/hadis no. 13810