Posted in Target dan Impianku

Meng-Hajikan kedua Orang Tua

TARGET-1 MENGHAJIKAN KEDUA ORANG TUA-

Assalamualaikum Wr.Wb
Pengunjung yang budiman..

kali ini saya ingin menceritakan Impian saya yang pertama dan sangat ingin saya wujudkan yaitu Meng-Hajikan kedua orang tua.

Orang tua yang selalu menjaga dan memperhatikan kita sejak kecil hingga saat ini.  berikut kutipan dari teman saya,fajar hidayahsubuh.wordpress.com

Anak adalah ibarat layang-layang. Dan orang tua ibarat orang yang menaikkan layang-layang ke angkasa. Layang-layang sendiri ada dua tipe yaitu, layang-layang dengan kerangka yang kaku, dan yang berkerangka lentur. Orang tua sudah selayaknya menginginkan anak-anak mereka agar lebih sukses daripada dirinya. Itu sebabnya kenapa layang-layang selalu berada di atas orang yang menerbangkannya (mana ada layang-layang yang dalam istilah Jawa “jungkel” ke bawah? (Layangan yang “mutung” itu namanya!). Jika ayahnya lulusan SD, paling tidak anaknya lulusan MTS atau SMP, kalau ayahnya lulusan MTS anaknya paling tidak lulusan SMA, ayah SMA, anaknya haruslah Sarjana. Ayahnya petani, anaknya bos tani, ayahnya buruh, anaknya direktur.

Namun tak selamanya mudah bagi orang tua untuk menerbangkan layangannya (baca : anaknya). Apalagi jika layangannya berkerangka kaku, butuh angin yang kencang agar layangannya mau terbang. Ibaratnya untuk anak yang seperti ini kalau tidak di beri uang saku yang banyak, maka anak tersebut tidak mau untuk berangkat sekolah. Kalau tidak di belikan motor tidak mau brangkat ke kampus. Kalau anginnya kecil layangannya turun. Tapi kalau anginnya kencang, terbangnya berlebihan. Dimana dalam istilah Jawanya “nduduk”(nanjak ke atas) hingga akhirnya “uwer”(berputar-putar tidak karuan) hingga akhirnya “naji” (turun bebas dengan kepala lebih dulu membentur tanah). Kadang saat angin cuma berhembus sedikit, sang ayah mesti lari-lari dan “menyendal-nyendal” senar layangan agar layangan yang kaku bisa terbang. Inilah gambaran orang tua kita yang susah payah agar anaknya jadi orang yang sukses.

Begitulah , orang tua selalu mengharapkan yang terbaik untuk kita, meskipun kita sering melupakan mereka dan hanya mementingkan kepentingan kita sendiri. saat ini saya kuliah di Teknik Informartika ITS angkatan 2009, semester 4. Dan samopai umur 20 inipun saya masih menyusahkan orang tua , masih meminta uang saku dari beliau, masih membuat beliau bingung memikirkan keadaan saya walaupun saya tahu bahwa orang tua tidak akan pernah tidak bisa memikirkan kita , 🙂

Saat ini saya sedang berusaha mencari penghasilan sendiri dengan berbagai macam cara, mulai dari menjadi asisten , mencari-cari proyek dari teman, ataupun membuat game namun masih belum jadi :D. Rencana saya ketika umur 25 – 30 tahun saya sudah bisa Meng-Hajikan Kedua Orang tua saya (AMIN) , sekalian saya dan adik saya.
:D:D:D

Sekian saja dari saya, yang tidak mampu berkata-kata untuk menuangkan target dan impian saya ini.
semoga Impian saya ini dapat terwujud , Insya Allah.
Amin..

Advertisements

Author:

Insan biasa

4 thoughts on “Meng-Hajikan kedua Orang Tua

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s