Posted in Belajar Dakwah

Salah satu Sifat seorang Pemimpin yang dicontohkan oleh Rasulullah Nabi Muhammad SAW

Bismillahirrohmaanirrohiim

Assalamualaykum,

Pada kesempatan kali ini saya ingin belajar mengamalkan sedikit ilmu yang saya dapat ketika

menghadiri majelis taklim di masjid Manarul Ilmi ITS Ba’da Shubuh.

Hal yang akan kami bahas kali ini yaitu surat Ali Imron ayat 159..

3_159

“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.”

Ayat ini membahas mengenai salah satu sifat yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin. Sifat yang dicontohkan oleh Rasulullah Nabi Muhammad SAW.

Diceritakan ketika perang Uhud tengah berlangsung, Rasulullah SAW memberi perintah kepada para pasukan pemanah agar tetap berjaga di atas bukit, dalam keadaan kalah ataupun menang.  Namun karena mereka melihat para pasukan muslimin terlihat menang dan sedang berebut harta rampasan, mereka pun meninggalkan pos mereka meskipun sudah diperingatkan oleh Komandan mereka Abdullah Bin Jubair. Dan pasukan orang kafir yang saat itu dipimpin oleh Khalid Bin Walid mengambil jalan memutar dan berhasil memutar balik keadaan.

Seperti yang diceritakan pada ayat 159, Rasulullah SAW tidak memperlakukan pasukan yang berbuat kesalahan tersebut dengan sikap kasar. Namun justru tetap lemah lembut berkat Rahmat yang diberikan oleh Allah SWT. Kalau saja Rasulullah SAW bersikap kasar, maka orang-orang itu akan menjauh karena malu telah berbuat kesalahan. namun sebelum itu, Rasulullah SAW memohonkan ampun kepada Allah SWT.

Rasulullah SAW juga pernah melaksanakan musyawarah dengan para sahabat ketika berada di Madinah. Pendapat para sahabat terutama kaum pemuda yang ingin berperang di luar kota Madinah disetujui oleh musyawarah, dan Rasulullah SAW pun menghargai pendapat mereka meskipun Beliau sendiri ingin di dalam kota saja. Inilah sikap pemimpin yang menghargai pendapat yang bertujuan baik dalam suatu musyawarah dan tidak semerta-merta mengutamakan pendapat Beliau sendiri.

Terakhir, ketika kita telah bertekad melakukan sesuatu atau yang disebut AZZAM. kita harus bertawakkal kepada Allah SWT. Tawakkal disini bukanlah langsung menyerahkan segalanya, namun kita juga harus berusaha terlebih dahulu semampu kita, serta mempersiapkan segalanya. Segala usaha yang kita lakukan merupakan dari Allah SWT, jadi ketika berhasil kita tidak akan sombong, dan ketika gagal, kita akan tetap bersyukur dan menganggap bahwa hal yang kita inginkan tersebut belum tentu baik bagi kita.

Alhamdulillah, semoga sedikit ilmu ini mampu bermanfaat bagi kita semua baik di dunia maupun di akhirat. Mari saling mendoakan semoga kita semua termasuk hamba Allah yang suka bertawakkal Kepada-Nya :).

Wassalamualaykum.

Advertisements

Author:

Insan biasa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s