Posted in Daily Activity

Persamaan

Bismillah, hari ini aku ingin bercerita tentang pengalaman singkat, sebuah percakapan dan kontemplasi.

hari ini aku pergi mengunjungi seorang teman bernama San ( nama alias). San menurutku anak yang agak pendiam dan fokus pada kesibukannya sendiri, suka membaca.  Kosan-nya yang terletak di depan sebuah masjid, berbentuk lorong memanjang ke dalam terdiri dari barisan kamar dimana kamar paling ujung adalah kamar mandi. Kamar kosnya adalah nomor tiga dari gerbang depan.

Tok.. tok…, aku mengetuk pintu kamarnya perlahan namun tidak ada sahutan.

Tok,.tok..tok.. , kuketuk lagi namun kali ini lebih keras, tetap tidak ada timbal balik.

sepertinya dia tidak ada di naungannya, hampir saja kakiku menapak pergi tiba-tiba pintu kamarnya terbuka.

“Oh, ayo silahkan masuk, mau kesini tah?”, tirai matanya masih menggantung separuh tanda dia baru bangun tidur.

“Bentar ya aku mau cuci muka dulu”, dia mengambil sehelai handuk yang terlampir di kursi dan melangkah keluar kamar.

Aku pun masuk ke kamarnya. Kamar yang cukup luas untuk ukuran mahasiswa. Terdapat dua buah tempat tidur masing-masing di sisi kiri dan kanan. Aku duduk di salah satunya dan melihat sebuah buku.

“Hmm, sepertinya menarik”, kuraih buku itu dan membaca beberapa halaman. Buku itu berisi tentang bagaimana cara agar orang mau mendengarkan sugesti dan pendapat yang kita sampaikan. Orang lain cenderung tertarik berbicara dengan lawan yang sepadan, maksudnya gaya bicara, logat, intonasi, kecepatan, dan sebagainya.

“Sori ya aku baru bangun tidur”, sambil mengusapkan handuk untuk mengeringkan sisa air yang menempel di muka. Wah, berarti aku mengganggu  tidurnya ini haha, but its okay lah.  “Buku ini kamu baca gak San?”, aku menunjukkan buku persuasif itu. “Ah enggak kok, baca aja, aku sedang menyelesaikan buku yang lain”. San memang suka sekali membaca, entah kenapa setiap berkunjung ke kamarnya selalu saja ada buku baru, seperti bukunya beranak pinak.

Sayup-sayup terdengan suara adzan maghrib, menandakan bahwa kita harus segera melaksanakan kewajiban sebagai seorang Muslim.

“Ayo sholat dulu..”

 

bersambung.

Advertisements

Author:

Insan biasa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s