Posted in Daily Activity

Bersyukurlah boy ( 2 ).

Bismillahirrahmanirrohim

Alhamdulillah Allah masih memberi kesempatan padaku untuk sekali lagi melihat dunia ini dalam keadaan sehat wal afiat, tenang dan tentram. Mentari pagi-pun masih belum menampakkan raut wajah yang bersinar, terlelap dalam tidur.

Pagi hari tadi pukul 5 pagi aku menonton salah satu program saluran tv swasta, poros surga. episode kali ini bercerita mengenai keadaan di negeri seberang nun jauh disana. Sebuah negeri tempat para saudara-saudara kita umat Islam sedang berjuang untuk mempertahankan hidup. Ya, Palestina. Negeri yang sekarang ini sedang dijajah oleh bangsa Israel, tidak!, aku kira israel itu tidak layak disebut sebuah bangsa.

Namun yang aku soroti kali ini yaitu kondisi anak-anak yang berada di sana, hidup dalam kekangan bagaikan dalam penjara di negeri sendiri. Setiap hari beraktivitas mulai dari bermain hingga sekolah ditemani selaras moncong senjata yang siap memuntahkan timah panas kapan saja. Sungguh aku tidak bisa membayangkan hati dan perasaan adik-adikku itu. Namun, yang terjadi justru sebaliknya. Mereka…

Senang,…

gembira,..

tertawa riang,..

Apa maksudnya ini? bahkan ditengah masalah yang sangat berat tersebut, mereka menunjukkan wajah yang ramah kpada para kru poros surga. berikut beberapa wawancara yang aku tangkap dan coba kutranslasi:

Seorang reporter berjalan menuju ke pojok sebuah gang kecil diantara perumahan di sekitar masjidil Al Aqsha. Dia bertemu dengan empat orang anak paruh baya. Keempat anak itu tersenyum melihat si reporter dan menyambutnya. Reporter itu pun duduk disebelah seorang anak.

R ( rporter ) a ( anak )
R: “Assalamualaikum..”, tanya sang reporter sambil tersenyum.
A: “Waalaikumsalam..”, sahutsalah seorang anak yang duduk disebelahnya
R: Bagaimana kabar kalian anak2?
A: Alhamdulillah baik
R: siapa nama kalian?
A: Muhammad, Ibrahim, Ishak, dan satunya kalau tidak salah yakub. “Anda berasal darimana?”, anak tersebut ganti bertanya.
R: “Kami dari Indonesia”.
A: “Oh iya, selamat datang”. Senyum manis ikhlas dari keempat anak itu membuatku,.. ah, why u still can give that smile after all that happens?
R:”kalian kelas berapa?”.
A: Rata-rata mereka masih SMP,m dan salah satunya masih kelas lima SD.
R: “Kalian penghafal Quran?”,
A: “Alhamdulillah iya.”
R: “Berapa juz yang sudah kalian hafal?”
A: “20 Juz”, sambil tersenyum anak itu menjawab. sejenak perasaan ku seperti melayang ¬†menembus layar televisi dan merasa berada disana bersama reporter itu. ternyata senyuman-senyuman itu berasal dari kedekatan mereka dengan Allah SWT melalui hafalan Quran. SMP sudah hafal 20 juz, sedangkan hambamu ini?.
Semoga kita semua mempunyai semangat dan hati yang lapang seperti saudara-saudara, adik-adik kita di Palestin ini..

Advertisements

Author:

Insan biasa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s