Diposkan pada Kontemplasi

Ilmu Ikhlas

Bismillah,

ilmu yang mudah dicakap, namun menurut ku sangat sulit untuk diamalkan. bukan berarti tidak bisa, namun dalam hal-hal tertentu seperti jodoh.
Ya Allah berikan hambamu ini ilmu ikhlas, Alhamdulillah engkau telah mempertemukan dengannya, meskipun sekedar lewat email, sekedar bermesej sejenak sudah terasa sekali perbedaan antara cinta kerana Allah dan nafsu.
Kalau dari aku sendiri menafsirkan seperti ini…

Ketika kita cinta karena nafsu, kita akan selalu berusaha untuk mendekati si fulanah itu. Kita tidak peduli terhadap mudharat yang akan terjadi kemudian. kita akan selalu berusaha tampil yang terbaik di antara laki-laki lain yang mendekatinya. Bisa jadi bahkan kita akan membuka aib orang itu, Naudzubillah. Semoga kita dijauhkan dari hal ini.

Ketika cinta karena Allah, segala sesuatu yang ada pada diri fulanah , selalu meredirect ( mengingatkan ) kita kepada Allah. Kita akan mencoba mendekati Allah agar terhindar dari fitnah dan hawa nafsu.  Akhlaknya, sikapnya, Wajahnya, semuanya berkah dari Allah SWT. Kita akan selalu menjaga agar tidak salah jalan, antara lain terlalu banyak modus, berbincang-bincang yang tidak jelas dan tidak ada tujuannya.  Intinya kita menyerahkan semuanya pada Allah SWT. Niat yang lurus dan ikhlas disini ketika pada akhirnya proses ta’aruf yang kita lakukan berujung pada tidak jadi, ( tidak menikah ) kita akan tetap ridho dan percaya bahwa Allah tetap memberikan jalan terbaik.
Acap kali aku memberikan nasehat pada temanku agar ikhlas, namun kali ini aku mengalami sendiri hal itu. Dia memang tidak menolak, namun entah kenapa. Ah, tidak, Astaghfirullah. Seburuk-buruk prasangka adalah prasangka buruk kepada Allah SWT.  Semoga kita selalu dalam lindungan dan rahmat Allah SWT.

boleh Jadi kamu membenci sesuatu, Padahal ia Amat baik bagimu, dan boleh Jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, Padahal ia Amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.

Iklan

Penulis:

Insan biasa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s