Diposkan pada Belajar Dakwah, Daily Activity, Kontemplasi

Tawadhu’

Bismillah.

Rasulullah mengajarkan kita untuk bersikap tawadhu yang artinya merendah. Kita harus senantiasa merasa rendah di hadapan Allah, salah satunya yaitu tidak merasa paling hebat di antara manusia lain.
Terkadang ketika ada seseorang yang melakukan kesalahan sederhana, kita merasa mampu melakukakn hal tersebut dengan mudah dan menganggap remeh orang tersebut. padahal bisa saja orang itu mampu melakukan hal-hal besar yang bahkan tidak bisa kita lakukan, tanpa diketahui banyak orang. misalnya sholat malam setiap hari, pengahfal Quran dan hadist.

Pesan dari Imam Ghozali:
Ketika kita melihat orang yang lebih tua, maka kita harus merasa bahwa beliau mempunyai lebih banyak amalan dikarenakan beliau telah lahir terlebih dahulu dan tabungan amalnya sudah banyak.

ketika kita bertemu yang lebih muda, maka kita harus merasa bahwa dosa dia lebih sedikit dari kita

Ketika kita bertemu ulama, sudah pasti ilmu ulama tersebut lebih banyak

sedangkan ketika kita bertemu orang Jahil, dia tetap lebih baik dari kita. Orang ini bermaksiat dalam kejahilannya, sedangkan aku bermaksiat dalam keadaan tahu. Maka, hujjah Allah terhadap diriku lebih kuat dan kita tidak tahu akhir hidup dari setiap orang, siapa tahu mereka mendapat ridho Allah dan meninggal dengan khusnul khotimah.
Allahu A’lam
Mohon maaf apabila ada kesalahan dan mohon dikoreksi 🙂

Iklan

Penulis:

Insan biasa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s