Posted in Uncategorized

Tadabbur Alam ( 2 ) : Fun Camp at GOA Cina Malang.

Bismillah.

Setelah isya kami melanjutkan perjalanan menuju pantai goa cina. Hari sudah gelap, ditemani tetesan air hujan rintik-rintik. Suasana kota malang hari itu agak padat oleh mobil dan motor sehingga bel pun bersautan. Keluar kota malang kami memasuki suatu daerah ( saya lupa namanya maap :p ) suasana sudah mulai tenang. Sepeda motor kami beriringan agar tidak ada yang tertinggal satu sama lain.
ketika masuk daerah menanjak, suasana benar-benar menjadi sepi dan senyap. Penerangan yang ada hanyalah lampu motor kami dan lampu jalan yang berdirinya agak berjauhan. Jalan menanjak dan berkelok membuat adrenalin sedikit meningkat. Kami pun tiba di persimpangan dua jalan dimana kalau sebelah kiri menuju pulau sempu, sebelah kanan menuju goa cina.

Pukul 12 malam tepat kami tiba di pintu masuk desa di sekitar pantai goa cina. Sebenarnya ada tiket masuk namun karena sudah malam sudah tidak ada yang menjaga, jadi kami gaspoll ae. Kami meminta izin pada warga sekitar untuk bermalam. Area yang kami gunakan untuk camp yaitu dibawah dua buah pohon yang agak berhimpitan sebagai tempat mengikat tali untuk kemah. Kemah pun berdiri, tapi aku memilih untuk tidur di atas pasir pantai di tempat yang agak miring. Meskipun udara dingin, namun hangatnya pasir bagaikan selimut alam yang menghangatkan tubuh. Kutengadahkan kepalaku ke langit. ribuan bintang di samudra langit berkelap kelip. tak jarang ada beberapa bintang jatuh yang lewat. Alhamdulillah, sampai saat ini aku tak akan pernah melupakan rasa itu. Aku pun terlelap dalam perasaan tenang dan sunyi..

Pukul empat pagi aku terbangun oleh deburan ombak dan dinginnya malam. Rupanya hampir subuh, kamipun mengambil wudhu dari air pantai kemudian melaksanakan sholat.

Matahari mulai mengintip dari ufuk timur horizon cakrawala ( opo seh iki ), sinarnya perlahan melewati pori-pori kulitku. hangat dan menenangkan. Kututup mata dan kurasakan suatu kenikmatan yang merasakan hangatnya mentari, mendengar deburan ombak saling bersahutan, suara gemericik daun yang menari beriringan. Ah, banyak sekali nikmat yang kurasakan ini tapi jarang sekali aku bersyukur :(.

“Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?” Ar-Rahman.

Kami semua-pun mulai berhamburan di tepi pantai. ada yang berlarian, ada yang melihat ombak diatas sebuah batu, ada yang menceburkan diri ke laut, ada juga yang membawa kamera untuk mengabadikan semua hal itu :’).

Advertisements

Author:

Insan biasa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s