Diposkan pada Kontemplasi

Aku dan Dia

Bismillah,

selepas shalat shubuh, kutengadahkan tanganku seraya berdoa memohon bermacam-macam rasa dan asa yang menyelimuti hati ini. Curhat mengenai kerinduan tentang seseorang yang ingin sekali mendampingi. Berdoa agar rizki selalu lancar, dilancarkan hari ini, dan seterusnya, juga yang paling utama adalah mendoakan kedua orang tua, dan pasti selamat dunia akhirat.

ini ‘Aku’ yang ada di Indonesia-

selepas shalat shubuh, kutengadahkan tanganku seraya berdoa memohon bermacam-macam rasa dan asa yang menyelimuti hati ini.  Rindu kepada saudara saudari yang telah pergi. Rindu kepada orang tua yang telah mendahului. Rindu kepada teman-teman yang terlalu cepat rasanya aku mengenal di sanubari.
Syahidkah aku hari ini ya Rabb? mungkin ketika sebuah kembang api raksasa dengan cahaya membelah langit, menuju tepat ke hadapan wajah. Saat itulah aku bertanya, “Inikah saatnya?” Laa ilaaha illallah.

-ini ‘Dia’ yang ada di Palestina atau Suriah atau negara Islam yang sedang dijajah lainnya-

Hasbunallahu wani’mal wakill.

Iklan

Penulis:

Insan biasa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s