Posted in Belajar Dakwah, Kontemplasi

In The End.

Suatu hari si Fulan bangun pukul tiga pagi. Kemudian menunaikan sholat tahajud. Waktu subuh tinggal beberapa saat lagi, namun tirai matanya naik turun karena memang masih mengantuk.

“Ah, kubaringkan sejenak punggungku ini biar nanti waktu solat shubuh tidak capek dan fresh.” 5 minit saja pikirnya. Namun apa yang terjadi, dia bangun pukul 5 pagi. Hampir satu jam waktu subuh sudah terlewat.

DIapun menyesal, “Napa tadi aku nak rehat tidur sebentar, jadi ketinggalan waktu subuh”.

namun si Fulan masih bersyukur karena dia masih bisa memperbaiki kesalahannya tersebut dengan segera sholat shubuh.

Kalau solat subuh, masih bisa diperbaiki. Namun bagaimana ketika kematian datang menjemput, dan kita dalam keadaaan lalai ? sedang melakukan dosa yang bahkan kita tidak tahu apakah terdapat murka Allah dalam hal itu? Naudzubillah min dzalik. Semoga kita selalu dilindungi Allah Ta’ala dari dosa-dosa yang melalaikan…

Hasbunallahu wani’mal wakiil.

Dari Abi Abdirrahman Abdillah bin Mas’ud radiallahu’anhu, beliau berkata: Kami diberitahu oleh Rasulullah dan beliau adalah orang yang juur lagi terpercaya – Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

“Sesungguhnya telah disempurnakan penciptaan salah seorang dari kalian dalam perut ibunya selama empat puluh hari dalam bentuk sperma, kemudian dia menjadi segumpal darah selama itu pula, kemudian menjadi segumpal daging selama itu pula, kemudian Allah mengutus kepadanya malaikat, kemudian ditiupkan ruh kepadanya, lalu malaikat tersebut diperintahkan untuk menulis empat perkara; untuk menulis rizkinya, ajalnya dan amalannya dan nasibnya (setelah mati) apakah dia celaka atau bahagia. Demi Allah yang tidak ada ilah yang berhak diibadahi selain Dia. Sesungguhnya salah seorang dari kalian benar-benar beramal dengan amalan ahli surga, sehingga jarak antara dirinya dengan surga hanya satu hasta, lalu dia didahului oleh catatan takdirnya, sehingga dia beramal dengan amalan ahli neraka, sehingga dia memasukinya. Dan salah seorang di antara kalian benar-benar beramal dengan amalan ahli neraka, hingga jarak antara dirinya dengan neraka hanya sehasta, lalu dia didahului oleh catatan takdirnya, sehingga dia beramal dengan amalan ahli surga hingga dia memasukinya. (HR Bukhari dan Muslim. Shahih dikeluarkan oleh Al Bukhari di dalam [Bid’ul Khalqi/3208/Fath]. Muslim di dalam [Al Qadar/2463/Abdul Baqi]).

 

Advertisements

Author:

Insan biasa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s