Posted in Daily Activity, Kontemplasi, Target dan Impianku

Intermezkah

Bismillah.

Siang ini ketika selesa solat dzhuhur, seperti biasa kami duduk-duduk di teras masjid. Ada dua orang Bapak-bapak, sudah lanjut usia sedang berdiskusi mengenai suatu buku. Dibolak balik halaman buku itu depan dan belakang. Karena penasaran aku pun terus melihat.
Salah satu dari mereka kemudian menoleh dan bercerita.
“Ini buku al arabiyyah linnasyiin, buku untuk belajar bahasa arab bagi pemula. Tapi yang dibahas di sini beda dengan bahasa arab awam yang digunakan. Kalau mempelajari buku ini insyaa Allah membaca Quran akan mengerti”.
Hoo, aku tersenyum dan mengangguk tanda baru mengerti. Beliau pun lanjuttt..

“Dulu saya tahun 1998 naik haji tidak ada biaya. tiba2 ada yang menawari, ya saya terima. Ngantri cuma 8 bulan kalau dulu, sekarang puluhan tahun. Masyaa Allah, yang penting niat dahulu, biar Allah yang memberi jalan. Sampeyan udah buka tabungan haji, itu udah dicatat sama Allah”.  Beliau meneruskan ceritanya mengenai kisahnya di Mekkah dan Madinah.

“lihat Ka’bah dari dekat mas. Masyaa Allah, nangis saya mas”.
Duh jadi pingin pak. gumamku dalam hati. teringat kedua orang tua yang sudah berumur, dan masih ingin naik haji. Ah yang penting bismillah dan niat. Usaha dulu gan.

sekian Intermezzo dari Mekkah versi sang Bapak.

Advertisements

Author:

Insan biasa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s