Ganti Kacamata

Bismillah

sore kemarin saya membeli beberapa buah krupuk di seorang bapak,

beliau menggunakan motor untuk keliling menjajakan krupuknya. Sejenak saya berpikir, saat ini ada orang yang mungkin sama2 bekerja, lebih enak dan santai, gajinya lebih besar pula. kelihatannya kok nggak adil gitu ya, Beliau lebih keras bekerja, namun profit tak seberapa.

Kalau kita ngeliat ginian pake kacamata dunia, nggak bakalan kita pernah ngerasa dunia ini adil. nggak akan pernah kita ngerasakan namanya bersyukur, qanaah terhadap pemberian Allah Ta’ala

Coba deh kita ganti kacamata kita pakai kacamata akhirat.

Ya, dunia ini nggak seberapa dibanding akhirat. jujur saya sendiri masih mencintai dunia, gimana cara taunya?

coba deh antum pergi ke masjid, ke kotak amal, buka dompet. Nah nilai yang kita masukin ke kotak ama itu penanda seberapa besar cinta kita ke dunia.

Semoga kita semua dijadikan Allah Azza Wa Jalla sebagai sultan, raja di dunia ini yang tidak pernah takut kehilangan dunia

dan

bukan sebagai hamba yang senantiasa mengejar dunia.

Posted in Daily Activity, Kontemplasi, Motivation

Arigatou Sensei.

Bismillah,
inspirasi datang dari mana saja.

kemarin saya mendengar salah satu teman diundang menjadi seorang pembicara sebagai penulis sebuah buku. Terdapat juga rasa yang menggelora, ingin juga menjadi seorang pembicara. namun apa daya hati dan asa tidak senada.

Dia pasti sudah mengarungi banyak sekali lautan paragraf yang disitu terdapat ribuan ombak sarat makna yang berhasil ditaklukannya. Untuk bisa menulis, pertama harus banyak membaca, gumam hati kecil ini.

Karena agak galau, iseng-iseng liat sebuah anime. kebetulan ceritanya kok sama, si karakter utama ini ingin memiliki bakat dan kemampuan karakter utama lain yang seems so perfect. Kemudian dia pun konsultasi ke gurunya.

“Jangan membandingkan dirimu dengan yang lain
Lakukan saja yang engkau bisa dengan sepenuh hati”

Alhamdulillah, ini anime kok bisa pas sekali momennya. Wallahu A’lam. LKalau kita terus melihat membandingkan nikmat dengan yang tidak kita punya, kita tidak akan pernah menyadari banyak sekali nikmat yang sudah Allah Ta’ala berikan.

Posted in Kontemplasi, Motivation, Rasulullah SAW

Tes Kepribadian

Bismillah,

Kita sering mendengar Sanguinis, Koleris, Plegmatis dan sebagainya. Banyak orang menganggap ini adalah patokan untuk menjustifikasi seperti apa diri mereka. Mulai dari sifat, kebiasaan, perilaku dan tingkah laku. Kita juga dapat menemukan orang-orang sukses yang mempunyai sifat-sifat tersebut. Banyak orang yang akhirnya meniru kebiasaan mereka dengan tujuan untuk sukses pula, sampai kebiasaan buruknya juga..

Beberapa hari lalu kami mengikuti kajian ba’da subuh yang diisi oleh Ustadz Salim A. Fillah. Beliau bercerita tentang sepuluh kepribadian yang ada pada sahabat Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam.

Pertama Beliau membahas dua sahabat Utama Rasulullah yaitu Abu Bakar dan Umar.

Apakah anda merasa orang yang sangat lembut hatinya, mudah tersentuh, namun tegas? maka kepribadian anda mirip dengan sahabat Abu Bakar Radhiallahu ‘Anhu. Carilah Buku-buku mengenai Beliau.

Apakah anda merasa orang yang keras wataknya, tegas, super serius? maka kepribadian anda mirip dengan sahabat Umar Bin Khottob Radhiallahu ‘Anhu. Meskipun tegas namun sering menangis dan bermuhasabah diri. Carilah Buku-buku mengenai Beliau.

Terlalu susah untuk menyamakan diri dengan Abu Bakar atau Umar? maka kita menuju dua sahabat selanjutnya yaitu Ustman bin Affan Radhiallahu ‘Anhu dan Ali Bin Abi Thalib Radhiallahu ‘Anhu.

Sahabat Ustman sama dengan Abu Bakar namun beliau sifatnya lebih pemalu.

Sahabat Ali sama dengan Umar, namun Beliau lebih suka bercanda, nah kalau merasa ada kemiripan diantara dua sahabat diatas, silahkan dicari bukunya :).

mungkin cukup sekian, semoga kita bisa menemukan panutan yang kiranya sesuai dengan kpribadian kita masing-masing.

 

 

Posted in Kontemplasi, Kutipan

Bila

Bila seorang anak hidup dengan kritik, ia akan belajar menghukum.
Bila seorang anak hidup dengan permusuhan, ia akan belajar kekerasan.

Bila seorang anak hidup dengan ketakutan, ia akan belajar dengan rasa cemas.
Bila seorang anak hidup dengan rasa kasihan, ia akan belajar mengasihani diri sendiri.

Bila seorang anak hidup dengan kecemburuan, ia akan belajar untuk merasa iri.
Bila seorang anak hidup dengan olokan, ia akan belajar menjadi malu.
Bila seorang anak hidup dengan rasa malu, ia akan belajar merasa bersalah.

==================================================================
Bila seorang anak hidup dengan dorongan, ia akan belajar percaya diri.
Bila seorang anak hidup dengan tolerasi, ia akan belajar tentang kesabaran.

Bila seorang anak hidup dengan pujian, ia akan belajar tentang penghargaan.
Bila seorang anak hidup dengan penerimaan, ia akan belajar untuk mencintai.

Bila seorang anak hidup dengan dukungan, ia akan belajar untuk menyukai diri sendiri.
Bila seorang anak hidup dengan pengakuan, ia akan belajar untuk mempunyai tujuan.

Bila seorang anak hidup dengan berbagi, ia akan belajar tentang kebaikan
Bila seorang anak hidup dengan kejujuran, ia akan belajar tentang kebenaran.

Bila seorang anak hidup dengan keadilan, ia akan belajar menjalankan keadilan.
Bila seorang anak hidup dengan kebaikan dan perhatian, ia akan belajar tentang menghormati.

Bila seorang anak hidup dengan ketentraman, ia akan belajar tentang iman.
Bila seorang anak hidup dengan persahabatan, ia akan belajar untuk mencintai dunia.

Dikutip dari Izinkan Anakmu Memilih Jalan Hidupnya, Karya Ahmad Rifa’i Rif’an.
Dari Dorothy Law Nolte, Ph.D.

Bismillah

Beberapa hal yang harus dicatat sebelum lupa :

  1. anda tidak harus memahami everything to start something
  2. anda tidak harus supported by everyone to become someone
  3. if u try to conquer everything, you’ll evenly become nothing.
  4. fail to manage time = fail to manage everthing
  5. biasakan bangun awal untuk membiasakan kebiasaan baik lainnya [ golden time adalah 1/2 jam sebelum subuh dan 1/2 jam setelah subuh ]
  6. sometimes ur worst cases, can be a trigger to ur hidden best potential!.
  7. nggak ada yg mahal, yang ada budget kita nggak cukup. kecuali memang kita tahu suatu barang tersebut harga rata2 skian, dijual nya sekian.
  8. Laki itu brani 3 hal : merantau seperti para ulama-ulama terdahulu, membuka bisnis seperti Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam, melamar.

 

Mindset (1)

Posted in Daily Activity, Kontemplasi, Target dan Impianku

Intermezkah

Bismillah.

Siang ini ketika selesa solat dzhuhur, seperti biasa kami duduk-duduk di teras masjid. Ada dua orang Bapak-bapak, sudah lanjut usia sedang berdiskusi mengenai suatu buku. Dibolak balik halaman buku itu depan dan belakang. Karena penasaran aku pun terus melihat.
Salah satu dari mereka kemudian menoleh dan bercerita.
“Ini buku al arabiyyah linnasyiin, buku untuk belajar bahasa arab bagi pemula. Tapi yang dibahas di sini beda dengan bahasa arab awam yang digunakan. Kalau mempelajari buku ini insyaa Allah membaca Quran akan mengerti”.
Hoo, aku tersenyum dan mengangguk tanda baru mengerti. Beliau pun lanjuttt..

“Dulu saya tahun 1998 naik haji tidak ada biaya. tiba2 ada yang menawari, ya saya terima. Ngantri cuma 8 bulan kalau dulu, sekarang puluhan tahun. Masyaa Allah, yang penting niat dahulu, biar Allah yang memberi jalan. Sampeyan udah buka tabungan haji, itu udah dicatat sama Allah”.  Beliau meneruskan ceritanya mengenai kisahnya di Mekkah dan Madinah.

“lihat Ka’bah dari dekat mas. Masyaa Allah, nangis saya mas”.
Duh jadi pingin pak. gumamku dalam hati. teringat kedua orang tua yang sudah berumur, dan masih ingin naik haji. Ah yang penting bismillah dan niat. Usaha dulu gan.

sekian Intermezzo dari Mekkah versi sang Bapak.