25 Kunci Kebahagiaan dan Kesuksesan dari Imam Ja’far Shodiq

Bismillahirrohmanirrohim, berikut saya bagikan kembali dari sebuah grup whatsapp, semoga bermanfaat

1- طلبتُ الجنة، فوجدتها في السخاء

“Aku mencari surga, maka aku temukan pada kedermawanan”.

2- و طلبتُ العافية، فوجدتها في العزلة

“Aku mencari Afiyah (keselamatan dari bencana dan kesulitan) maka aku temukan dalam menyendiri (mengisolasi diri dari keramaian yang tak berguna)”.

3- و طلبت ثقل الميزان، فوجدته في شهادة «ان لا اله الا الله و محمد رسول الله

“Aku mencari beratnya timbangan amal, maka aku dapatkan dalam bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya”.

4- و طلبت السرعة في الدخول الي الجنة، فوجدتها في العمل لله تعالي

“Aku mencari kesegeraan dalam memasuki surga, maka aku dapatkan pada amal kebajikan semata demi Allah SWT”.

5- و طلبتُ حب الموت، فوجدته في تقديم المال لوجه الله

“Aku mencari cinta pada kematian, maka aku mendapatkan pada mengajukan (mengirim pahala sedekah) harta demi mengharap ridha Allah SWT”.

6- و طلبت حلاوة العبادة، فوجدتها في ترك المعصية

“Aku mencari manisnya ibadah, maka aku temukan dalam meninggalkan maksiat”.

7- و طلبت رقة القلب، فوجدتها في الجوع و العطش

“Aku mencari kelembutan hati, maka aku dapatkan dalam rasa lapar dan dahaga”.

8- و طلبت نور القلب، فوجدته في التفكر و البكاء

“Aku mencari cahaya hati, maka aku temukan dalam pikiran”.

9- و طلبت الجواز علي الصراط، فوجدته في الصدقة

“Aku mencari restu untuk melewati jembatan pemeriksaan (shirat), maka aku temukan dalam sedekah”.

10- و طلبت نور الوجه، فوجدته في صلاة الليل

“Aku mencari cahaya wajah, maka aku dapatkan dalam shalat malam”.

11- و طلبت فضل الجهاد، فوجدته في الكسب الحﻻل للعيال

“Aku cari keutamaan jihad maka aku dapatkan dalam mencari rizki yang halal untuk keluarga”.

12- و طلبت حب الله عزوجل، فوجدته في بغض أهل المعاصي

“Aku cari kecintaan Allah maka aku dapatkan dalam membenci pelaku maksiat“.

13- و طلبت الرئاسة، فوجدتها في النصيحة لعبادالله

“Aku cari kepemimpinan maka aku dapatkan dalam tulus menasihati hamba-hamba Allah“.

14- و طلبت فراغ القلب، فوجدته في قلة المال

“Aku cari ketenangan hati maka aku dapatkan dalam sedikitnya harta”.

15- و طلبت عزائم الامور، فوجدتها في الصبر

“Aku mencari perkara-perkara yang teguh maka aku dapatkan dalam kesabaran”.

16- و طلبت الشرف، فوجدته في العلم

“Aku mencari kemuliaan maka aku dapatkan dalam ilmu”.

17- و طلبت العبادة فوجدتها في الورع

“Aku mencari ibadah maka aku dapatkan dalam Wara’ (kehati-hatian dalam agama)”.

18- و طلبت الراحة، فوجوتها في الزهد

“Aku mencari ketentraman maka aku dapatkan dalam kezuhudan”.

19- و طلبت الرفعة، فوجدتها في التواضع

“Aku mencari ketinggian maka aku temukan dalam kerendahan hati”.

20- و طلبت العز، فوجدته في الصدق

“Aku mencari kejayaan maka aku temukan dalam kejujuran”.

21- و طلبت الذلة، فوجدتها في الصوم

“Aku mencari kerendahan/keterhinaan maka aku dapatkan dalam berpuasa”.

22- و طلبت الغني، فوجدته في القناعة

“Aku mencari kekayaan maka aku dapatkan dalam Qana’ah (kepuasaan dengan apa yang telah Allah anugerahkan_red)”.

23- و طلبت الانس، فوجدته في قراءة القرءان

“Aku mencari ketentraman maka aku dapatkan dalam membaca Al Qur’an”.

24- و طلبت صحبة الناس، فوجدتها في حسن الخلق

“Aku mencari persahabat dengan manusia maka aku dapatkan dalam keindahan budi pekerti”.

25- و طلبت رضي الله، فوجدته في برالوالدين
“Aku mencari keridhaan Allah maka aku dapatkan dalam BERBAKTI KEPADA KEDUA ORANG TUA”.

Sumber: Mustadrak al Wasail; Syeikh an Nuri ath Thabarsi,15/174-174/hadis no. 13810

Advertisements
Posted in Kontemplasi, Kutipan

Bila

Bila seorang anak hidup dengan kritik, ia akan belajar menghukum.
Bila seorang anak hidup dengan permusuhan, ia akan belajar kekerasan.

Bila seorang anak hidup dengan ketakutan, ia akan belajar dengan rasa cemas.
Bila seorang anak hidup dengan rasa kasihan, ia akan belajar mengasihani diri sendiri.

Bila seorang anak hidup dengan kecemburuan, ia akan belajar untuk merasa iri.
Bila seorang anak hidup dengan olokan, ia akan belajar menjadi malu.
Bila seorang anak hidup dengan rasa malu, ia akan belajar merasa bersalah.

==================================================================
Bila seorang anak hidup dengan dorongan, ia akan belajar percaya diri.
Bila seorang anak hidup dengan tolerasi, ia akan belajar tentang kesabaran.

Bila seorang anak hidup dengan pujian, ia akan belajar tentang penghargaan.
Bila seorang anak hidup dengan penerimaan, ia akan belajar untuk mencintai.

Bila seorang anak hidup dengan dukungan, ia akan belajar untuk menyukai diri sendiri.
Bila seorang anak hidup dengan pengakuan, ia akan belajar untuk mempunyai tujuan.

Bila seorang anak hidup dengan berbagi, ia akan belajar tentang kebaikan
Bila seorang anak hidup dengan kejujuran, ia akan belajar tentang kebenaran.

Bila seorang anak hidup dengan keadilan, ia akan belajar menjalankan keadilan.
Bila seorang anak hidup dengan kebaikan dan perhatian, ia akan belajar tentang menghormati.

Bila seorang anak hidup dengan ketentraman, ia akan belajar tentang iman.
Bila seorang anak hidup dengan persahabatan, ia akan belajar untuk mencintai dunia.

Dikutip dari Izinkan Anakmu Memilih Jalan Hidupnya, Karya Ahmad Rifa’i Rif’an.
Dari Dorothy Law Nolte, Ph.D.