Posted in Kontemplasi, Motivation, Rasulullah SAW

Tes Kepribadian

Bismillah,

Kita sering mendengar Sanguinis, Koleris, Plegmatis dan sebagainya. Banyak orang menganggap ini adalah patokan untuk menjustifikasi seperti apa diri mereka. Mulai dari sifat, kebiasaan, perilaku dan tingkah laku. Kita juga dapat menemukan orang-orang sukses yang mempunyai sifat-sifat tersebut. Banyak orang yang akhirnya meniru kebiasaan mereka dengan tujuan untuk sukses pula, sampai kebiasaan buruknya juga..

Beberapa hari lalu kami mengikuti kajian ba’da subuh yang diisi oleh Ustadz Salim A. Fillah. Beliau bercerita tentang sepuluh kepribadian yang ada pada sahabat Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam.

Pertama Beliau membahas dua sahabat Utama Rasulullah yaitu Abu Bakar dan Umar.

Apakah anda merasa orang yang sangat lembut hatinya, mudah tersentuh, namun tegas? maka kepribadian anda mirip dengan sahabat Abu Bakar Radhiallahu ‘Anhu. Carilah Buku-buku mengenai Beliau.

Apakah anda merasa orang yang keras wataknya, tegas, super serius? maka kepribadian anda mirip dengan sahabat Umar Bin Khottob Radhiallahu ‘Anhu. Meskipun tegas namun sering menangis dan bermuhasabah diri. Carilah Buku-buku mengenai Beliau.

Terlalu susah untuk menyamakan diri dengan Abu Bakar atau Umar? maka kita menuju dua sahabat selanjutnya yaitu Ustman bin Affan Radhiallahu ‘Anhu dan Ali Bin Abi Thalib Radhiallahu ‘Anhu.

Sahabat Ustman sama dengan Abu Bakar namun beliau sifatnya lebih pemalu.

Sahabat Ali sama dengan Umar, namun Beliau lebih suka bercanda, nah kalau merasa ada kemiripan diantara dua sahabat diatas, silahkan dicari bukunya :).

mungkin cukup sekian, semoga kita bisa menemukan panutan yang kiranya sesuai dengan kpribadian kita masing-masing.

 

 

Posted in Belajar Dakwah, Kontemplasi, Rasulullah SAW

Kadar Cinta

Bismillah,

Dari Anas, ia berkata : Saya pernah menuangkan (minuman) kepada Abu ‘Ubaidah dan Ubay bin Ka’ab, (yang dibikin) dari perasan kurma segar dan kurma kering, lalu ada seseorang datang kepada mereka, kemudian berkata, “Sesungguhnya khamr telah diharamkan”. Lalu Abu Thalhah berkata, “Berdirilah hai Anas, lalu buanglah”. Kemudian saya pun menuangkan (membuang) minuman tersebut”. [HR. Ahmad, Bukhari dan Muslim]

Hadist diatas menerangkan dilarangnya khamr atau minuman keras. Namun fokus kita kali ini bukan pada khamrnya, melainkan pada sikap yang dilakukan sahabat Anas Radiyallahu anhu. Beliau langsung meninggalkan perbuatan yang dilarang oleh Allah Ta’ala dan RasulNya yaitu mengkonsumsi khamr.

Langsung meninggalkan, tanpa bertanya, berpikir, ataupun mencari-cari alasan agar tidak melakukannya. Masya Allah, Dapat kita lihat kadar cinta yang tinggi seorang sahabat kepada Allah Ta’ala dan RasulNya. Karena manusia ketika sedang mencintai, maka dia akan melakukannya tanpa ada keraguan sedikitpun.

Lalu bagaimana dengan kita?, sudahkah kita, mampukah kita seperti sahabat-sahabat Nabi yang terdahulu? Yang mudah saja, seperti menjaga lisan. Apakah lisan kita sudah terjaga dari mengatakan hal-hal yang dapat menyakiti perasaan orang lain?,

Menjaga hati, apakah hati kita sudah terhindar dari prasangka-prasangka buruk terhadap saudara kita sendiri?

Menjaga pandangan, apakah kita sudah bisa mengalihkan pandangan kepada lawan jenis? terutama para akhi..

Alasan apa yang akan kita gunakan ketika bertemu Rasulullah Shallahu Alaihi Wasallam ketika di Yaumul Akhir nanti agar kita mendapat pengakuan Beliau sedangkan mengerjakan sunnah beliau saja kita ogah-ogahan?

Marilah kita selalu berintospeksi diri, setiap hari, setiap saat, setiap waktu. Astaghfirullahaladzim..

sumber gambar sampul : http://www.saparil.com/wp-content/uploads/2015/11/cinta.jpg

Posted in Kontemplasi, Rasulullah SAW

Pantas

Bismillah,

Pikiran ini masih sering memikirkan hal yang buruk,

Mata ini masih sering melihat maksiat,

mulut ini masih belum bisa terjaga,

Hati ini masih sering berprasangka.

Masih pantaskah kita untuk merasa sombong?

Terima Kasih ya Allah, Engkau selalu memberikan ujian setiap harinya agar hambamu ini menjadi lebih baik.

 

Mengerti untuk khusyu’

Bismillah, cuma sekedar repost dari seorang sahabat 🙂

Mengerti arti Bacaan Sholat
Sebenarnya jika kita tanya hati kita paling dalam. Apakah kita mengerti dengan semua bacaan Sholat yang kita baca? Memang jika kita ingin mengetahui dan mengerti apa yg kita lafadzkan saat kita Sholat, maka hal itu akan sangat jauh lebih baik, malah mungkin jika kita resapi kita akan mendapatkan apa itu ke Khusyuk an dlm melaksanakan Sholat Fardhu kita. Rasulullah SAW bersabda “sholatlah seakan-akan engkau sedang melihat Tuhan atau Tuhan sedang melihatmu” ( Rukun Ihsan ).

Mari kita mulai belajar meresapi arti dari bacaan Sholat kita. Karena Sholat merupakan Dzikir yang sempurna.
Takbir
Takbiratul Ihram —> ALLAAHU AKBAR

(Allah Maha Besar)

Iftitah

Allaahu akbar kabiira, walhamdulillaahi katsiira, wa subhanallaahi bukrataw, waashiila.
(Allah Maha Besar, dan Segala Puji yang sangat banyak bagi Allah, dan Maha Suci Allah sepanjang pagi, dan petang).

Innii wajjahtu wajhiya, lillazii fatharassamaawaati walardha, haniifam, muslimaa, wamaa ana minal musrykiin.
(Sungguh aku hadapkan wajahku kepada wajahMu, yang telah menciptakan langit dan bumi, dengan penuh kelurusan, dan penyerahan diri, dan aku tidak termasuk orang-orang yang mempersekutuan Engkau/Musryik)

Innasshalaatii, wa nusukii, wa mahyaaya, wa mamaati, lillaahi rabbil ‘aalamiin.
(Sesungguhnya shalatku, dan ibadah qurbanku, dan hidupku, dan matiku, hanya untuk Allaah Rabb Semesta Alam).

Laa syariikalahu, wabidzaalika umirtu, wa ana minal muslimiin.
(Tidak akan aku menduakan Engkau, dan memang aku diperintahkan seperti itu, dan aku termasuk golongan hamba yang berserah diri kepadaMu)

Al Fatihah

Adapun Rasulullah SAW pada waktu membaca surah Al-Faatihah senantiasa satu napas per satu ayatnya, tidak terburu-buru, dan benar-benar memaknainya. Surah ini memiliki khasiat yang sangat tinggi sekali.
Mari kita hafal terlebih dahulu arti per ayatnya sebelum kita memaknainya.

Bismillaah, arrahmaan, arrahiim (Bismillaahirrahmaanirrahiim)
(Dengan nama Allaah, Maha Pengasih, Maha Penyayang)

Alhamdulillaah, Rabbil ‘aalamiin
(Segala puji hanya milik Allaah, Rabb semesta ‘alam)

Arrahmaan, Arrahiim
(Maha Pengasih, Maha Penyayang)

Maaliki, yaumiddiin
(Penguasa, Hari Pembalasan/Hari Tempat Kembali)

Iyyaaka, na’budu, wa iyyaaka, nasta’iin
(Hanya KepadaMulah, kami menyembah, dan hanya kepadaMulah, kami mohon pertolongan)

Ihdina, asshiraathal, mustaqiim
(Tunjuki kami, jalan, golongan orang-orang yang lurus)

Shiraath, alladziina, an’am, ta ‘alayhim
(Jalan, yang, telah Engkau beri ni’mat, kepada mereka)

Ghayril maghduubi ‘alaihim, wa laddhaaaalliiin.
(Bukan/Selain, (jalan) orang-orang yang telah Engkau murkai, dan bukan (jalan) orang-orang yang sesat)

Melanjutkan tulisan yang ketiga, maka setelah membaca Surah Al-Faatihah, maka hendaknya kita membaca ayat-ayat Al-Qur’an.

Rasulullah bersabda “Apabila engkau berdiri utk shalat bertakbirlah lalu bacalah yg mudah dari al-Qur’an “.

Ruku’

Lalu ruku’, dimana ketika ruku’ ini beliau mengucapkan :
Subhaana, rabbiyal, ‘adzhiimi, Wabihamdihi
(Maha Suci, Tuhanku, Yang Maha Agung)
—> dzikir ini diucapkan beliau sebanyak tiga kali.
(Hadits Ahmad, Abu Daud, Ibn Majah, Ad-Daaruquthni, Al-Bazaar, dan Ath-Thabarani)

Rasulullah sering sekali memperpanjang Ruku’, Diriwayatkan bahwa :

“Rasulullaah SAW, menjadikan ruku’nya, dan bangkitnya dari ruku’, sujudnya, dan duduknya di antara dua sujud hampir sama lamanya.”
(Hadits Riwayat Imam Bukhari dan Muslim)
I’tidal

Pada saat ketika kita i’tidal atau bangkit dari ruku, dengan mengangkat kedua tangan sejajar bahu ataupun sejajar telinga, seiring Rasululullah SAW menegakkan punggungnya dari ruku’ beliau mengucapkan:

Sami’allaahu, li, man, hamida, hu
“Mudah-mudahan Allah mendengarkan (memperhatikan) orang yang memujiNya”.
(Hadits diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Muslim)

“Apabila imam mengucapkan “sami’allaahu liman hamidah”, maka ucapkanlah “rabbanaa lakal hamdu”, niscaya Allah memperhatikan kamu. Karena Allah yang bertambah-tambahlah berkahNya, dan bertambah-tambahlah keluhuranNya telah berfirman melalui lisan NabiNya SAW (Hadits diriwayatkan oleh Imam Muslim, Imam Ahmad, dan Abu Daud)

Hal ini diperkuat pula dengan : Disaat Rasulullah sedang Sholat berjamaah, lalu ketika I’tidal beliau mengucapkan “Sami’allaahu, li, man, hamidah” lalu ada diantara makmun mengucapkan “Rabbanaa lakal hamdu”, Lalu pada selesai Sholat, Rasul bertanya “Siapakah gerangan yang mengucap “Rabbanaa lakal hamdu”, ketika aku ber I’tidal? Aku melihat para malaikat berlomba lomba untuk menulis kebaikan akan dirimu dari jawaban itu”.

Maka sudah cukup jelas bahwa mari kita mulai melafalkan :
Rabbanaa, lakal, hamdu
(Ya Tuhan kami, bagiMulah, segala puji)

Kesmpurnaan lafadzh diatas :
mil ussamaawaati, wa mil ul ardhi, wa mil u maa shyi’ta, min shai in, ba’du
(Sepenuh langit, dan sepenuh bumi, dan sepenuh apa yang Engkau kehendaki, dari sesuatu, sesudahnya)
(Kalimat diatas didasarkan pada hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dan Abu ‘Uwanah)
Sujud

Ketika kita sujud, maka dengan tenang hendaknya kita mengucapkan do’a sujud seperti yang telah dicontohkan Rasulullaah SAW.
Dzikir ini beliau ucapkan sebanyak tiga kali, dan kadangkala beliau mengulang-ulanginya lebih daripada itu.

Subhaana, rabbiyal, a’laa, wa, bihamdi, hi
(Maha Suci, Tuhanku, Yang Maha Luhur, dan, aku memuji, Nya)

Duduk antara dua Sujud
Ketika kita bangun dari sujud, maka hendaklah kita melafadzkan seperti yang dilakukan Rasulullaah, dan bacalah do’a tersebuh dengan sungguh-sungguh, perlahan-lahan, dan penuh pengharapan kepada Allah SWT. Di dalam duduk ini, Rasulullah SAW mengucapkan :
Robbighfirlii, warhamnii, wajburnii, warfa’nii, warzuqnii
wahdinii, wa ‘aafinii, Wa’Fuanni

(Ya Allah ampunilah aku, kasihanilah aku, cukupilah kekuranganku, sehatkanlah aku, dan berilah rizqi kepadaku)

Dari Hadits yang diriwayatkan Muslim, bahwa Rasulullaah saw, kadangkala duduk tegak di atas kedua tumit dan dada kedua kakinya. Beliau juga memanjangkan posisi ini sehingga hampir mendekati lama sujudnya (Al-Bukhari dan Muslim).

Duduk At-Tasyaahud Awal

Sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Muslim, Abu ‘Uwanah, Asy-Syafi’i, dan An-Nasa’i.
Dari Ibnu ‘Abbas berkata, Rasulullaah telah mengajarkan At-Tasyahhud kepada kami sebagaimana mengajarkan surat dari Al-Qur’an kepada kami. Beliau mengucapkan :

Attahiyyaatul mubaarakaatusshalawaatutthayyibaatulillaah.
Assalaamu ‘alayka ayyuhannabiyyu warahmatullaahi wa barakaatuh.
Assalaamu ‘alayna wa ‘alaa ‘ibaadillaahisshaalihiin.
Asyhadu allaa ilaaha illallaah.
Wa asyhadu annaa muhammadarrasuulullaah.
(dalam riwayat lain : Wa asyhadu annaa, muhammadan, ‘abduhu, warasuuluh)
2. Menurut hadist yang diriwayatkan Imam Al-Bukhari, Muslim, dan Ibnu Abi Syaibah.
Dari Ibn Mas’ud berkata, Rasulullaah saw telah mengajarkan at-tasyaahud kepadaku, dan kedua telapak tanganku (berada) di antara kedua telapak tangan beliau – sebagaimana beliau mengajarkan surat dari Al-Qur’an kepadaku : —> (Mari diresapi setiap katanya sehingga shalat kita lebih mudah untuk khusyuk)

Attahiyyaatulillaah, wasshalawatu, watthayyibaat.
(Segala ucapan selamat adalah bagi Allaah, dan kebahagiaan, dan kebaikan).

Assalaamu ‘alayka *, ayyuhannabiyyu, warahmatullaah, wa barakaatuh.
(Semoga kesejahteraan dilimpahkan kepadamu , wahai Nabi, dan beserta rahmat Allah, dan berkatNya).

Assalaamu ‘alaynaa, wa ‘alaa, ‘ibaadillaahisshaalihiiin.
(Semoga kesejahteraan dilimpahkan kepada kami pula, dan kepada sekalian hamba-hambanya yang shaleh).

Asyhadu, allaa, ilaaha, illallaah.
(Aku bersaksi, bahwa tiada, Tuhan, kecuali Allah).

Wa asyhadu, anna muhammadan, ‘abduhu, wa rasuluhu.
(Dan aku bersaksi, bahwa muhammad, hambaNya, dan RasulNya).

Notes : * Hal ini ketika beliah masih hidup, kemudian tatkala beliau wafat, maka para shahabat mengucapkan :
Assalaamu ‘alannabiy
(Semoga kesejahteraan dilimpahkan kepada Nabi).
Bacaan shalawat Nabi SAW di akhir sholat
Rasulullah SAW. mengucapkan shalawat atas dirinya sendiri di dalam tasyahhud pertama dan lainnya. Yang demikian itu beliau syari’atkan kepada umatnya, yakni beliau memerintahkan kepada mereka untuk mengucapkan shalawat atasnya setelah mengucapkan salam kepadanya dan beliau mengajar mereka macam-macam bacaan salawat kepadanya.

Berikut kita ambil sebuah hadits yang sudah umum/biasa kita lafadzkan, diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Muslim, dan Al-Humaidi, dan Ibnu Mandah.

Allaahumma, shalli ‘alaa muhammad, wa ‘alaa, aali muhammad.
(Ya Allah, berikanlah kebahagiaan kepada Muhammad dan kepada, keluarga Muhammad)

Kamaa, shallayta, ‘alaa ibrahiim, wa ‘alaa, aali ibraahiim.
(Sebagaimana, Engkau telah memberikan kebahagiaan, kepada Ibrahim, dan kepada, keluarga Ibrahim).

Wa ‘barikh alaa muhammad, wa ‘alaa aali muhammad.
(Ya Allah, berikanlah berkah, kepada Muhammad, dan kepada, keluarga Muhammad)

Kamaa, baarakta, ‘ala ibraahiim, wa ‘alaa, aali ibraahiiim.
(Sebagaimana, Engkau telah memberikan berkah, kepada ibrahim, dan kepada, keluarga Ibrahim).

Fil Allamina Innaka, hamiidummajiid.
(Sesungguhnya Engkau, Maha Terpuji lagi Maha Mulia).
Salam
“Rasulullah SAW. mengucapkan salam ke sebelah kanannya :

Assalaamu ‘alaikum warahmatullaahi wa barakaatuh

(Mudah-mudahan kesejahteraan dilimpahkan kepada kamu sekalian serta rahmat Allah, serta berkatNya),

sehingga tampaklah putih pipinya sebelah kanan. Dan ke sebelah kiri beliau mengucapkan : Assalaamu ‘alaikum warahmatullaah

(Mudah-mudahan kesejahteraan dilimpahkan kepada kamu sekalian serta rahmat Allah), sehingga tampaklah putih pipinya yang sebelah kiri.”

( Hadist Riwayat : Abu Daud, An-Nasa’i, dan Tirmidzi )

Mari di perhatikan, bahwa ternyata ucapan kita ketika menoleh ke kanan (salam yang pertama) lebih lengkap daripada ucapan kita ketika menoleh ke kiri (salam yang kedua )

———————————————————————————

Subhanallah dan Alhamdulillah, Maha Benar Allah atas segala FirmanNya. Luar biasa sekali ya arti dari bacaan Sholat ini. Makin merunduk kita, makin terlihat kecil kita, makin menangis kita.

Saya berharap agar ini menjadi bagian dari jalan kemudahan untuk kita di dalam menggapai khusyuk dan memahami setiap gerakan yang kita lakukan. Maka jika kita tahu dan mengerti akan nikmatnya shalat itu, mari kita share ke keluarga kita.

Selamat meresapi dan jangan lupa untuk share ke orang orang yang kita cintai.

 

Posted in Belajar Dakwah, Rasulullah SAW

Sedikit akhlak Rasulullah.

Bismillah,

Baginda Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam, sebaik-baik manusia semoga shalawat serta salam selalu terlimpah kepada keluarga beliau, serta sahabat-sahabat beliau.

Baginda Rasulullah itu…

baginda suka apa yang diridhoi-Nya
baginda benci dengan apa yang dimurkai-Nya
baginda tidak suka marah, pendendam untuk dirinya
kecuali ada orang yang sengaja mensia siakan hak Allah, maka tidak ada orang yang boleh menandingi kemarahannya
bukanlah orang yang bersikap keji, dan tidak membiarkan kekejian, tidak suka mencela dan tidak suka memuji berlebihan
tidak suka memukul kepada siapa saja, melainkan ketika berjihad di jalan Allah.
baginda tidak pernah membalas kejahatan orang lain ke atasnya dengan kejahatan, melainkan memaafkan dan mengampuninya.
wajah beliau selalu ceria, baik budi pekerti, lembut sikap. selalu bersedih yakni mengingat nasib yang akan menimpa umatnya.
tidak bersikap kasar dan kasar.
baginda seorang yang sangat tawadhu
Baginda Menjahit baju sendiri yang terkoyaak, memerah susu kambing, menambat unta, membantu pekerjaan istri,
menghadiri undangan orang, senantiasa merawat orang yang sakit serta mengiringi jenazah,
Baginda selalu menjaga kehormatan, tangan baginda tidak pernah menyentuh perempuan yang bukan miliknya, atau makhromnya.
seseorang yang sangat pemalu, sangat pemurah hatinya, sangat berani, paling benar ucapannya, sangat lembut perangainya

Siti Aisyah mengatakan akhlak Rasulullah adalah Al-Quran.

Wallahu a’lam.

sumber : https://www.youtube.com/watch?v=zrEc6t5mVXg