Posted in Kontemplasi, Kutipan

Bila

Bila seorang anak hidup dengan kritik, ia akan belajar menghukum.
Bila seorang anak hidup dengan permusuhan, ia akan belajar kekerasan.

Bila seorang anak hidup dengan ketakutan, ia akan belajar dengan rasa cemas.
Bila seorang anak hidup dengan rasa kasihan, ia akan belajar mengasihani diri sendiri.

Bila seorang anak hidup dengan kecemburuan, ia akan belajar untuk merasa iri.
Bila seorang anak hidup dengan olokan, ia akan belajar menjadi malu.
Bila seorang anak hidup dengan rasa malu, ia akan belajar merasa bersalah.

==================================================================
Bila seorang anak hidup dengan dorongan, ia akan belajar percaya diri.
Bila seorang anak hidup dengan tolerasi, ia akan belajar tentang kesabaran.

Bila seorang anak hidup dengan pujian, ia akan belajar tentang penghargaan.
Bila seorang anak hidup dengan penerimaan, ia akan belajar untuk mencintai.

Bila seorang anak hidup dengan dukungan, ia akan belajar untuk menyukai diri sendiri.
Bila seorang anak hidup dengan pengakuan, ia akan belajar untuk mempunyai tujuan.

Bila seorang anak hidup dengan berbagi, ia akan belajar tentang kebaikan
Bila seorang anak hidup dengan kejujuran, ia akan belajar tentang kebenaran.

Bila seorang anak hidup dengan keadilan, ia akan belajar menjalankan keadilan.
Bila seorang anak hidup dengan kebaikan dan perhatian, ia akan belajar tentang menghormati.

Bila seorang anak hidup dengan ketentraman, ia akan belajar tentang iman.
Bila seorang anak hidup dengan persahabatan, ia akan belajar untuk mencintai dunia.

Dikutip dari Izinkan Anakmu Memilih Jalan Hidupnya, Karya Ahmad Rifa’i Rif’an.
Dari Dorothy Law Nolte, Ph.D.

Advertisements
Posted in Uncategorized

Di Udek-udek dikukus

Rasa yang ada sebelum menikah adalah nafsu.
tahan dan jauhilah, tetap perbaiki dirimu

Ingin mendekat rasanya semakin menjauh
Diniatkan menjauh, selalu ada ujian untuk semakin dekat.

Ya Allah, udek-udeklah hatiku ini,
semakin diudek semakin campur aduk
terus dikukus biar jadi roti
jadikanlah hati hamba ini jadi roti

roti kukus yang enak dan siap

untuk melayani dan membahagiakan sang

idaman hati,, (shy)

Bismillah

Beberapa hal yang harus dicatat sebelum lupa :

  1. anda tidak harus memahami everything to start something
  2. anda tidak harus supported by everyone to become someone
  3. if u try to conquer everything, you’ll evenly become nothing.
  4. fail to manage time = fail to manage everthing
  5. biasakan bangun awal untuk membiasakan kebiasaan baik lainnya [ golden time adalah 1/2 jam sebelum subuh dan 1/2 jam setelah subuh ]
  6. sometimes ur worst cases, can be a trigger to ur hidden best potential!.
  7. nggak ada yg mahal, yang ada budget kita nggak cukup. kecuali memang kita tahu suatu barang tersebut harga rata2 skian, dijual nya sekian.
  8. Laki itu brani 3 hal : merantau seperti para ulama-ulama terdahulu, membuka bisnis seperti Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam, melamar.

 

Mindset (1)

Posted in Daily Activity, Kontemplasi, Target dan Impianku

Intermezkah

Bismillah.

Siang ini ketika selesa solat dzhuhur, seperti biasa kami duduk-duduk di teras masjid. Ada dua orang Bapak-bapak, sudah lanjut usia sedang berdiskusi mengenai suatu buku. Dibolak balik halaman buku itu depan dan belakang. Karena penasaran aku pun terus melihat.
Salah satu dari mereka kemudian menoleh dan bercerita.
“Ini buku al arabiyyah linnasyiin, buku untuk belajar bahasa arab bagi pemula. Tapi yang dibahas di sini beda dengan bahasa arab awam yang digunakan. Kalau mempelajari buku ini insyaa Allah membaca Quran akan mengerti”.
Hoo, aku tersenyum dan mengangguk tanda baru mengerti. Beliau pun lanjuttt..

“Dulu saya tahun 1998 naik haji tidak ada biaya. tiba2 ada yang menawari, ya saya terima. Ngantri cuma 8 bulan kalau dulu, sekarang puluhan tahun. Masyaa Allah, yang penting niat dahulu, biar Allah yang memberi jalan. Sampeyan udah buka tabungan haji, itu udah dicatat sama Allah”.  Beliau meneruskan ceritanya mengenai kisahnya di Mekkah dan Madinah.

“lihat Ka’bah dari dekat mas. Masyaa Allah, nangis saya mas”.
Duh jadi pingin pak. gumamku dalam hati. teringat kedua orang tua yang sudah berumur, dan masih ingin naik haji. Ah yang penting bismillah dan niat. Usaha dulu gan.

sekian Intermezzo dari Mekkah versi sang Bapak.

Posted in Kontemplasi

Beli Bensin

Bismillah.

Tadi pas mau beli bensin, ternyata masih ramai mengantri. Akhirnya saya pun mengambil uang terlebih dahulu, karena ternyata uang saya pun sudah habis. cukup lama memang untuk mengantri ambil uang :)).

namun ternyata setelah mengambil uang, alhamdulillah antrian bensin sudah habis. Cus deh beli bensin.

Terkadang kita harus memanfaatkan waktu menunggu untuk hal yang lebih baik yaitu mengumpulkan bekal dan modal sebelum Allah membukakan jalan ke tujuan utama kita.
U got the point? i hope so :))

terima kasih. Wassalam.